Senin, 07 Maret 2016

Persahabatan Pemuda, Refleksi Diri di Tengah Modernisasi. written by; AseanYouthCenterSurabaya Team



Ayo Kita sambut, hari baru telah tiba
Apa yang kurasakan, ku ingin engaku tahu
Dan Berbagi bersama
(lyric; buka semangat baru; Ello, Ipang, Lala, Berry (Saint Loco))

                Era digital telah merubah semuanya, teknologi, pendidikan, komunikasi dan interaksi antara manusia. Era digital selain mempermudah dan memanjakan hubungan sesama manusia, tetapi komunikasi yang demikian ini menjadi semu karena tidak adanya komunikasi yang real antara komunikator, semuanya hanya berdasarkan digital, dan ikatan emosi manusia sebagai mahluk individu telah berubah secara drastis. Menurut Wikipedia istilah Sahabat adalah seseorang yang akan akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruism (selera) mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai bersama. Bagi sebagian orang, persahabatan seperti itu terdengar begitu membuai seperti hanya menjadi bayang semu untuk dapat diaplikasikan secara nyata. Karena pada dasarnya persahabatan akan tercipta atas adanya rasa percaya yang muncul karena jalinan komunikasi yang rutin terjadi antara individu.
                 
                Persahabatan pemuda di tengah arus modernisasi bukanlah sesuatu yang mustahil dengan penggunaan internet yang positive, pemuda harus memiliki pemahaman yang bagus tentang teknologi karena perkembangan jaman yang mengarahakan pemuda harus memiliki kemampuan tersebut agar dapat bersaing. Pada prosesnya pemuda juga harus selalu menjunjung tinggi asas kemanusian agar dapat meningkatkan rasa saling percaya antara sesama, dan timbulah persahabatan antar pemuda.

                Pemuda dalam prosesnya sangat perlu untuk berinteraksi dengan sesama selain untuk menimbulkan kepekaan, kepedulian dan rasa percaya pada sesame juga karena masa ini adalah salah satu masa yang sangat terpengaruh oleh lingkungan berada, maka diperlukan lah satu naungan/ tempat positive untuk pemuda saling berbagi ilmu dan pengalaman secara positive. Demi menanggapi persoalan tersebut KEMENPORA telah mencanangkan lingkungan itu  dalam salah satu dari 10 program unggulan 2016 yakni  Kota Layak Pemuda.
               
                Di samping pemerintah melalui KEMENPORA yang wajib membimbing pemuda ke dalam persahabatan yang sehat, adalah kewajiban bersama berbagai element masyarakat mengarahkan pemuda di lingkungan mereka untuk menjadi pemuda berkarakter kebangsaan yang dapat diandalkan bangsa dan Negara nantinya.
               
                Oleh karena sebab itu juga, maka Universitas PGRI Adi Buana dan KEMENPORA Republik Indonesia sepakat untuk membuka cabang Asean Youth Center chapter Surabaya, dengan alamat Jl. Dukuh Menananggal XII Surabaya (Gelora Hasta Brata), dengan no telp 081331084277.

gambar: ichachalina.blogspot.com